Pusaran sejarah menerjemahkan warna hitam dalam berbagai kesan yang kaya.
Oleh: Indriyani Permatasari
Pastinya tidak aka nada yang menolak fashion hijab yang akan tersimpan di lemarinya. Paling tidak, satu-dua helai, fashion hijab warna ini harus menjadi bagian dari koleksi fashion hijab Anda. Sama seperti fashion hijab warna putih, fashion hijab hitam senantiasa dibutuhkan, baik sebagai basic (dasar) maupun dress code pada acara-acara tertentu.
Jilbab scarf, kerudung pashmina hitam, gamis hitam akan menjadi perpadaun warna yang menarik dengan warna yang menyala. Meski terlihat terlalu kontras, namun kombinasi warna ini, hingga kini masih menjadi pilihan aman. Perpaduan jilbab scarf hitam akan menjadikan motif yang menarik. Begitu pula paduan motif dengan hitamnya jilbab dan bergo. Dan tidak ketinggalan pula warna hitam pashmina, gamis, dan tunic.
Dan elzatta hijab sudah membuktikannya di acara show elzatta hijab di panggung catwalk IFW tahun 2013. Bila menggunakan fashion hijab tunic hitam, gamis, dan produk lainya yang ada di elzatta hijab. Coba padukanlah tunic dan gamis warna hitam dengan hijab elzatta yang banyak dan warnannya yang menarik, justru itu akan membuat hasil pepadauan warna yang menarik.
Si Legam di Pusaran Kata
Akar kata ‘hitam’ diambil dari berbagai macam bahasa. Dan diantaranya kata blaec yang berhasal dari inggris kuno dan artinya hitam dan tinta. Juga blakkaz atau terbakar dari Proto-Jermanik. Lalu bhleg dari Proto-Indo-Eropa dengan makna membakar, kilau, bersinar dan kilat. Lainnya, blaken (membakar) dari Belanda, dan phlegein (membakar, hangus) dari Yunani Kuno.
Dan hampir semua bahasa mengartikannya hitam adalah suatu yang identic dengan gelap,hangus,terbakar dan tinta. Ini karena hitam memang warna tergelap di antara deretan warna. Nihilnya proses penyerapan cahaya, membuat hitam menjadi gelap, sebuah warna yang berlawanan dengan putih.
Oleh sebab berkesan gelap dan suram, hitam acap dikaitkan dengan kematian, kejahatan, penyihir dan sihir, kekerasan serta rahasia. Bangsa Romawi menggunakan hitam dalam suasana berkabung. Hal ini semua di tandai dengan penggunaan toga gelap oleh hakim romawi pada abad ke-dua SM di dalam upacara pemakaman. Dan biasanya warna hitam di pakai dalampakaian keluarga yang ditinggal wafat. Tak pelak, dalam sebuah puisi Romawi, kematian seringkali diungkap dalam kata nigra hora atau jam hitam.
Abad pertengahan, hitam masih identik dengan sesuatu yang buruk dan menyedihkan, jauh dari kesan bahagia. Hingga sampai dengan abad ke 12, ada kejadian perseteruan biarawan cistercian dengan warna putih dan biarawanbenekdiktin yang pakai busana warna hitam. Piere adalah kepala biara benidiktin memberikan tuduhan pada biara Cistercian terlalau berlebihan dengan memakai busana warna putih. Oleh Saint Bernard, pendiri Cistercians dari Clairvaux, tuduhan ini dijawab, bahwa hitam justru identik dengan warna setan, neraka, kematian dan dosa. sedangkan putih itu warna kepolosa, kemurnian juga kebaikan.
Dan pada zaman perkembangannya warna hitam masih terkenal dengan warna suram dan juga menakutkan dan yang bertolak belakang dengan sebelumnya. Contohnya di masyarakat Mesir kuno justru menyebutnya warna hitam itu sebagai hal yang positif seperti tanah yang di aliri oleh sungai Nil. Begitu pula pada sebutan emas hitam yang demikian akrab di telinga masyarakat Timur Tengah sebagai sebuah simbol bagi tambang minyak bumi yang berkelimpahan.
Hitam dalam Sejarah Fashion
Pada zaman Prasejarah warna hitam itu sudah ada. Terlihat dari lukisan-lukisan gua yang dibuat di era Neolitikum dan Paleolitikum. Gua Lascaux yang terletak di kota Perancis umpamanya, menyimpan bukti sejarah pembuatan warna hitam dari arang, dan tulang-tulang yang dibakar, juga gilingan bubuk oksida mangan. Beda halnya dengan abad ke 6 sebelum masehi, ada tembikar warna hitam yang dibuat oleh seniman.
Inovasi mesin cetak, di abad pertengahan menjadi sinyal penting bagi sebuah revolusi industri tahap I. Dan dari penemuan hal ini berbarengan dengan inovasi mesin uap dan lahirlah peradaban baru yang yang membuat dunia ini jadi lebih berwarna.
Pada abad ini bangsawan dan para anggota kerajaan sangatlah jarang untuk menyimpan baju warna hitam. Dan mereka ini lebih menyukai warna cerah seperti merah. Dan warna hitam hanya terlihat pada bulu musang yang sering dipakai untuk jubah.
Cara pandang terhadap warna hitam mulai berubah di abad ke-14. Dan ada beberapa yang mengubah cara pandang ini:
pertama, hadirnya pewarna hitam dengan kualitas tinggi.
Kedua, ditetapkannya hukum sumptuary di beberapa bagian di Eropa, yang melarang penggunaan busana mahal dengan warna cerah kecuali oleh para bangsawan. Jubah merah menyala dari Venesia dan kain biru merak dari Florence, hanya boleh dipakai keluarga bangsawan.
Keadaan ini di respon oleh banker kaya yang berasal dari italia utara yang telah memakai jubbah dan gaun warna hitam yang mahal. Hal sama juga dilakukan oleh para hakim dan pejabat pemerintah yang mulai mengenakan jubah hitam.
Tidak disangka ternyata warna hitam ini bisa memberikan warna elegan. Bangsawan dan keluarga kerajaan tidak mau kalah dengan memakai busana warna hitam. Duke of Milan dan Pangeran Savoy di antara yang menggunakan pakaian hitam.
Seting pikir hitam sebagai warna penuh keburukan dan kejahatan, seketika berganti menjadi warna dengan simbol martabat, kekuasaan, kesederhanaan dan kerendahan hati. Kuatnya asumsi ini, membuat semua raja di Eropa dan pekerja pengadilan, menggunakan warna hitam di penghujung abad ke-16.
Memasuki abad ke-18 atau Zaman Pencerahan Eropa, warna hitam tidak lagi menjadi favorit dalam berbusana. Warna pastel,kuning,hijau, putih dan biru justru menjadi salah satu pilihan warna untuk kalangan bagsawan kelas atas. Namun sehabis Revolusi Perancis, warna hitam kembali disuka. Tapi hal ini bisa jadi suatu perlawanan masyarakat perancis terhadap kemewahan yang dilakukan oleh keluarga kerajaan dan bangsawan yang sudah betahun-tahun.
Satu abad berikutnya, seiring dengan perkembangan industri tekstil dan hadirnya penemuan warna hitam sintesis, busana hitam bisa diakses masyarakat umum. Dan di abad inilah warna hitam semakin popular dalam peraturan untuk kalangan level atas dan menengah baik dieropa atau di America.
Di abad ke-20, tepatnya di tahun 1950, warna hitam juga diterjemahkan dalam 2 hal: individualitas juga pemberontakan intelektual dan sosial. Dari mulai geng, artis, dan intelektual menggunakan warna hitam sebagai bentuk protes pada nilai-nilai tertentu. Selebrasi ini telah minjadi symbol pemberontakan yng telah mewarnai di Film Wild One.
Sampai penghujung abad ke-20, hitam merupakan warna yang banyak diadopsi subkultur fashion punk, dan subkultur gothic. Kendati demikian, kesan hitam yang elegan dan berkarakter tetap eksis, berdampingan dengan kesan hitam lainnya dalam dunia busana.
sederet designer yang ternama contohnya membuat warna hitam menjadi menawan. Sebut saja Coco Channel yang mengatakan, “Wanita sejatinya hanya memerlukan tiga hal: gaun hitam, sweter hitam, dan seorang pria yang dicintainya.” Sedangkan Gianni Versace warna hitam sebagai inti keanggunan dan kesederhanaan.” Tak ketinggalan Yves Saint Laurent yang menyebut hitam, media penghubung fashion dan seni.
Fashion Hijab Hitam
D dalam dunia fashion hijab juga jadi salah satu warna andalan atau favorit. Terlebih warna hitam cukup berperan untuk menghindari efek transparan yang dilarang dalam busana muslim. Bisa jadi ini menjadi alasan Muslimah Arab, Iran, Irak dsb memilih warna hitam buat abaya dan niqabnya. Juga warna hitam untuk gamis, pasmina dan kerudung atau scarf. Dan warna hitam dipilih oleh mereka karna suatu alasan agar terkesan sederhana dan tidak berlebihan.
Walaupun kental dengan kesan suram, tetapi hitam memiliki juga nuansa elegan yang melekat di hati. Ini membuat sejumlah desainer fashion hijab Indonesia, acap memasukkan fashion hijab hitam dalam koleksinya. Ida Royani, adalah di antara desainer fashion hijab Indonesia yang menggemari fashion hijab hitam. didalam karya fashion hijab-nya banyak dominasi warna hitam.
Desainer lainnya dari fashion hijab Indonesia, penyuka fashion hijab hitam, adalah Errin Ugaru. Didalam bukunya , 'The Black Side of Errin Ugaru' Errin mengatakan karyanya yang didominasikan fashion hijab hitam . Melalaui Fashion hijab warna hitamnya errin memberikan kesan kuat, misterius dan percayadiri.
Pilihan warna hitam memang tidak ada matinya. Berdampingan dengan putih, cokelat tanah, biru tua dan abu-abu, hitam menjadi salahsatu warna basic yang cukup difavoritkan fashion hijab Indonesia. Dalam setiap aksi panggung runaway fashion hijab, hitam masih menjadi andalan warna. Pada pergelaran event Jakarta Islamic Fashion Week2013, banyak warna hitam putih yang mewarnai fashion hijab.
Itu bisa dilihat dari koleksinya rumah ayu yang menampilkan yang sudah menampilkan fashion hijab hitam putih dalam design gamis, kaftan,tunic yang terkesan modern dan wearable .
Lalu ada Misan yang mengusung hitam dalam kombinasi bahan katun, chiffon, tulle, silk, dan brokat. Kesan retro tahun 20-an, berpadu kesan romantis dan mewah, mencuat dalam gaya busana yang diinspirasi dari film the Great Gatsby.
Juga Barli Asmara, yang menampilkan fashion hijab hitamnya fashionista tahun 40-an.
Tidak ketinggalan juga Adjie Notonegoro yang menampilkan siluet dan nafas Timur Tengah didalam koleksinya yaitu hitam putihnya .
Juga Denny Wirawan, yang mengangkat gaya retro tahun 40an-70an dalam warna hitam-putih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar